Sang Anak


Anakmu, bukanlah anakmu
Dia adalah kerinduan dari sang hidup
Darimu dia lahir
Bukan padamu dia berakhir
…”

Seseorang mengutip syair khalil Gibran. “itu untuk anak kandung.” kata seorang guru, klo kamu mengangkat anak yatim, begini syairnya:

Bukan anakmu, tapi anakmu
Dia merindukan diri sang hidup
Bukan darimu dia lahir
Denganmu dia ingin berakhir …

Lalu disebuah yayasan yang mengurus anak-anak yatim piatu, saat melihat anak-anak yang kehilangan orangtuanya sedang berada di atas pentas menerima derma, para hadirin meneteskan air mata,
“Mulia sekali usaha pendiri dan pengurus yayasan ini.” Celetuk seorang hadirin, lalu seorang guru menimpali, Sangat-sangat mulia lagi kalau mereka bersedia merengkuhnya menjadi bagian dari keluarga. sehingga tidak lagi menyisakan kesedihan tak terobati, karena anak-anak yatim itu menemukan pengganti bapak dan ibu kandungnya.
Sebenarnya. menempatkan mereka dalam petak-petak asrama mempertegas statusnya sebagai anak tanpa orang tua dan dapat menimbulkan ekses komersialisasi.😆😆🙄

2 thoughts on “Sang Anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s