Profil Ulul-Albaab VS Profil DPR


Rencana pembangunan gedung DPR yang baru akhirnya berlanjut setelah rapat konsultasi yang digelar kamis sore 07-04-2011 menyepakati pembangunan gedung baru dengan rencana anggaran Rp.1.1 Triliyun. Jumlah yang sangat besar yang mempunyai manfaat lebih besar jika dana tersebut di alokasikan untuk mensejahterkan rakyat lewat pendidikan dan kesehatan. Jika pembangunan gedung DPR yang baru terealisasi, maka menjadi besar pula biaya operasional dan perawatan gedung tersebut tiap tahunnya ! rasanya DPR tidak memiliki Profil Ulul-Albaab :roll: 

Ulul-albaab berasal dari bahasa Arab, uluu dan al-albaab. Uluu artinya mempunyai, albaab adalah

bentuk jamak dari lubab/lubb yang bermakna otak. Orang yang mempunyai otak (berakal) disebut laib. Arti harfiah ulul-albaab adalah orang yang mempunyai otak, atau kalau diterjemahkan lebih luas adalah orang yang cerdas. orang yang

menggunakan fungsi akal secara optimal. dalam Al-qur’an, ulul-albaab disebut beberapa kali. fungsi akal meliputi aktivitas tafkir (berpikir), tadzikir (mengingat), tahfidz (menghafal), tahyil (merekayasa, berkreasi, dan berinovasi), dan tafhim (memahami). Orang yang pertama kali disebut ulul-albaab versi Al-Qur’an adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jadi, ulul-albaab adalah intelektual yang memiliki nafas religius yang kental. sosok hamba Allah yang rasyid (memadukan kecerdasan otak dan kecerdasan batin, akal dan iman, pikir dan dzikir), hatinya khusyuk, ilmunya manfaat, dan nafsunya mudah ditundukan.

Berikut karakteristik Ulul-albaab:

  1. seseorang yang memiliki kelebihan memilah dan memilih persoalan, sehingga mampu mencari solusi alternatifnya. semakin banyak yang diketahui, ia sadar makin banyak pula yang tidak diketahui. Abdus-Salam, ilmuwan muslim asal pakistan dan pemenang Nobel Fisika berkat Teori Unifikasi Gaya yang disusunnya, pernah berkata, “Sifat yang melekat pada diri ulul-albaab adalah tafakur (berfikir, mengamati) dan tasyakur (memanfaatkan karunia Allah dengan menggunakan akal, sehingga kenikmatan itu berlipat ganda). Tafakkur menghasilkan sains dan tasyakur menghasilkan teknologi” “…Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, kami beriman kepadanya (Al-Quran) semuanya dari sisi tuhan kami. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal (Ali ‘Imran:7).
  2. Berpikir ilmiah.dalam diri ulul-albaab melekat tradisi akademis (ilmiah). hal ini dapat dilihat dari sifat antara lain: ketika berbicara berdasarkan ilmu; tidak priori (tidak memberikan penilaian sebelum mengetahuinya dengan baik dan akurat); selalu membandingkan pendapatnya dengan pendapat kedua (second opinion) sebelum mengambil keputusan; lebih banyak mendengar daripada berbicara; gemar membaca dan lebih banyak merenung; selalu mendekati persoalan secara holistik; objektif, kritis, proposional, dan mengembangkan wacana ide-ide; berorientasi kepada kebenaran, bukan pemenangan dalam diskusi; tidak merasa berilmu secara permanen karena ia selalu belajar; menyenangi tantangan dan perubahan; lapang dada dan toleran dalam perbedaan; memikirkan ulang gagasannya dari orang lain dan selalu menguji kebenaran; selalu melahirkan gagasan-gagasan baru dan produktif.
  3. Pembaharu (mushlih). karakter selanjutnya seorang ulul-albaab ialah memiliki shalih pribadi (shalih linafsih) dan shalih untuk orang lain (shalihun lighairihi). jiwanya terpanggil untuk memperbaiki berbagai ketimpaan yang ada. ia sosok aktivis, dinamis, dan produktif. bukan orang yang apatis dan konsumtif.
  4. memiliki Furqan yang jelas (memisahkan antara yang baik dan buruk dan memilah yang baik), sekalipun beresiko sendiri dan tidak mendapat dukungan publik. “Katakanlah (Muhammad, tidaklah sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya keburukan itu memnarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang yang mempunyai akal sehat…” (Al-maa’idah:100).
  5. Bertaqwa kepada Allah. Menurut Imam Qusyiri, kata taqwa kependekan dari tawadhu’ (rendah hati) qana’ah (puas dengan pemberian Allah), wiqayah (menjaga diri dari maksiat), dan yaqin (membenarkan dengan janji Allah). secara tegas Allah berfirman, “…berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku wahai orang yang berakal” (Al-Baqarah: 197).

Dari uraian di atas kita membutuhkan pemimpin bangsa serta ‘wakil rakyat’ [baca: DPR] baik pusat maupun daerah yang mempunyai kriteria profil ulul-albaab. lalu bagaimana dengan rencana pembagunan gedung DPR yang baru, padahal masih banyak gedung-gedung sekolah yang tidak layak pakai seperti ini

sudah cukup didapatkah fasilitas-fasilitas yang layak untuk pendidikan generasi penerus bangsa?

Akankah mereka nantinya akan berkehidupan seperti ini

dan masih banyak juga rakyat memiliki rumah yang tidak layak seperti ini

sedangkan DPR seperti sosok orang yang angkuh, sombong, dan egois tanpa mempunyai rasa kepeka’an dalam kehidupan bermasyarakat, lebih mementingkan ego nya, sungguh tragis. dimana profil ulul-albaab pada diri DPR?🙄🙄🙄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s