Dulu menjadi Guru, Kini menjadi Kuli.


Indonesia dan Malaysia ibaratnya seperti kakak beradik dalam suatu keluarga, ada banyak faktor yang membuat dua negeri ini serasa begitu dekat, antara lain: sesama rumpun bangsa Melayu, sesama berbahasa pengantar Melayu, dan sesama negeri dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
Indonesia ditakdirkan merdeka lebih dulu pada tanggal 17 Agustus 1945. Adapun Malaysia Merdeka pada tanggal 31 Agustus 1957. jika di lihat dari sisi ini Indonesia bisa diibaratkan sebagai Kakak dari Malaysia dengan selisih 12 taun lebih tua.
Nah ini dia.. (Readmore) Karena itu, sewaktu Malaysia baru merdeka banyak pemudanya yang dikirim ke “saudara tua” untuk menjadi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi disini. selain itu banyak juga tenaga kerja terdidik dari indonesia yang diundang ke Malaysia untuk menjadi dosen dan guru di negara tetangga itu.
Sejalan dengan waktu kedua bersaudara itu tumbuh dan berkembang hingga menjadi dewasa dan tua. Indonesia kini telah memasuki usia 66 taun dan Malaysia memasuki usia 54 taun. Namun Karena “pengasuh-nya” berbeda, masing-masing memiliki tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda pula.
Karena diasuh oleh pemerintahan yang berkompeten dan bertanggung jawab “Sang adik” pun tumbuh pesat menjadi negara yang sehat, kuat dan cerdas. Adapun “Sang kakak” selama ini selama puluhan taun diasuh oleh pemerintahan yang korup dan manajemen yang centang-prentang, ia pun tumbuh dengan lambat, performa tubuh yang lemah, sakit-sakitan, serta berpendidikan rendah.
Alhasil situasinya menjadi terbalik. Kini “sang adik”-lah yang justru kerap menjadi guru bagi “sang kakak”. yang terjadi saat ini justru anak Indonesia yang pergi ke Malaysia untuk mencari ilmu di negeri jiran (tetangga) itu.
Selain menjadi guru, “sang adik” pun kini menjadi majikan bagi “sang kakak”, seiring dengan pengiriman jumlah TKI yang luar biasa banyaknya. disisi lain bagus juga sih karena mendatangkan banyak devisa ke dalam negeri. seperti halnya negara-negara maju Amerika dan Jepang yang juga mengirimkan puluhan atau ratusan ribu tenaga kerja mereka ke luar negeri. Tapi bedanya tenaga kerja yang dikirim negara maju adalah tenaga kerja terdidik dengan gaji puluhan ribu US Dolar setiap bulannya. sedangkan Indonesia kebanyakan TKI yang dikirim adalah mereka yang tergolong kurang terdidik dan tidak terdidik.
Alhasil kerja merekapun sekelas buruh dan kuli, seperti buruh pabrik, kuli bangunan, kuli perkebunan. saya tidak mengatakan sejumlah profesi yang disebutkan tersebut sebagai profesi yang hina. Sebab sekasar apapun pekerjaan seseorang, akan bernilai mulia di sisi Allah jika ditunaikan dengan petunjuk-Nya.
lihatlah kasus pemulangan TKI ilegal karena tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah, dan kasus-kasus yang lain, termasuk para Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang menjadi khadimat di Timur Tengah, sesungguhnya ini merupakan dampak dari ketidakadilan dan kegagalan pembangunan di Indonesia sendiri. jika terus-menerus seperti ini, bangsa kita akan menjadi bangsa Kuli🙄😥💡🙄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s