Rumahku, Surgaku?


Rumah merupakan tempat singgah kedua setelah Kantor tempat kerja mencari nafkah. sebagian waktu kita untuk bekerja umumnya 8-10 jam bekerja, dan sisa dari waktu tersebut adalah 5 jam jika kita telah sampai rumah dari jam 16.30 dan tidur jam 21.30, lalu bangun sholat subuh jam 04.30 dan mempersiapkan untuk kembali bekerja atau bersih-bersih rumah. lalu ±jam06.00 pun kita kembali bekerja, begitupun seterusnya kecuali hari jum’at, sabtu dan minggu, itu sih bagi kebanyakan PNS (pegawai Negeri Sipil) karena pada hari itu jam kerja mereka tidak seperti hari senin-kamis (Berdasarkan pengalaman kerja Babe Ane dulu sih)😆 intinya banyak waktu yang digunakan beraktivitas di rumah juga..😆 langsung aja ke Topik pembahasan deh, yang intinya mengurai 10 hal mendasar bagi terbentuknya sebuah rumah Islami menurut Said Hawwa dalam bukunya Panduan Menata Rumah Islami, berikut intisarinya:

  1. Bersih dan Suci

Kondisi yang bersih dan suci, disamping akan membuat rumah menjadi nyaman dihuni, juga mencerminkan si pemilik rumah memahami hakikat hukum syar’i. Hendaklah setiap Muslim selalu berada dalam keadaan bersih dan suci, baik badan, pakaian, maupun tempat tinggalnya. itu merupakan syarat diterimanya ibadah dan makbulnya Doa, khususnya shalat.

  1. Interior rumah teratur, indah, dan enak dipandang

“Allah itu indah dan menyukai keindahan”. Rumah yang awut-awutan bukanlah tipe rumah keluarga muslim. Rawatlah rumah anda laksana anda merawat istana. tempatkanlah perabot secara teratur, rapi, harmonis dan mencerminkan nilai-nilai keislaman. Hilangkan hiasan atau gambar-gambar yang tidak memiliki nilai edukatif dan syi’ar Islam.

  1. Merendahkan suara, menjaga rahasia, dan tidak membuat gaduh.

Imam Hasan Al-Banna berwasiat, “Jangan keraskan suaramu melebihikebutuhan si pendengar, karena hal yang demikian itu adalah perbuatan yang bodoh dan dapat menggangu ketenangan orang lain.” Hindarilah mengeluarkan suara, gelak tawa terbahak-bahak, lengkingan wanita, radio atau televisi. semua itu dapat memicu perselisihan dan tidak islami.

  1. Kondusif untuk beribadah dan menuntut ilmu

Ciptakanlah suasana keluarga anda menjadi keluarga yang haus ilmu. tumbuhkanlah semangat belajar sehingga semua anggota keluarga termotivasi ber-thalabul ‘ilmi (Mencari ilmu). buatlah perpustakaan dalam keluarga demi kelangsungan amalan tersebut.

  1. Sederhana

Sebuah keluarga Muslim mempunyai karakter  yang khas. dalam hal makanan misalnya, tidak saja memperhatikan segi halal-haram, tapi juga sederhana dan tidak berlebih-lebihan. pemborosan dengan menumpuk-numpuk pakaian dan barang yang tidak berguna adalah sifat terpantang.  setiap kebutuhan yang akan dibeli hendaknya diperhitungkan dulu kepentingan dan manfaatnya.

  1. Terjalin Pergaulan yang baik.

Terapkanlah pergaulan yang Islami. yang tua menyayangi yang muda, yang muda menghormati yang tua, mentaatinya, serta mengistimewakan kedua orangtua. Bila anak-anak menginjak baligh, tempatkanlah mereka dalam kamar tersendiri, atau setidaknya berilah hijab, sehingga rahasia orang tua tidak terbuka. pasangan suami istri hendaknya menjadi suri teladan bagi anak-anaknya. jalinlah silaturahim dengan karib kerabat dan keluarga, baik yang jauh maupun yang dekat.

  1. Memperhatikan kesehatan dan Olahraga

“Ada dua kenikmatan yang dilupakan oleh kebanyakan orang, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari).🙄 hendaknya tiap anggota keluarga dibiasakan untuk berolahraga.

  1. Terlindung dari akhlaq dan perilaku menyimpang, hal-hal yang haram, makruh, dan membahayakan.

Apa yang ada di dalam rumah adalah aurat yang harus dijaga. terkait dengan interior rumah, jangan sampai ada hal-hal yang dilaknat Allah seperti patung atau jenis lainnya. hindari pula yang makruh dan haram, seperti acara-acara televisi atau radio yang tidak berfaedah. Anak-anak pun harus di awasi gerak-geriknya dari hal-hal yang buruk dan membahayakan seperti obat-obatan dan benda-benda tajam.

  1. Menghormati tamu dan baik kepada tetangga.

Keluarga muslim harus senantiasa menyiapkan dirinya, rumah, dan keluarganya untuk menerima tamu dan menghormatinya. Terhadap tetangga, hendaknya memenuhi hak-hak mereka pada peristiwa tertentu seperti kegembiraan dan kesedihan, menjaga anak-anak jangan sampai berkelahi dengan anak mereka, dan menghindari kebisingan atau sesuatu yang menyulitkan mereka.

  1. Menjaga adab keluar-masuk rumah.

Perhatikanlah sunnah keluar-masuk rumah, seperti kaki mana yang harus didahulukan dan mengucapkan salam. sebelum keluar rumah hendaklah menentukan niat, tujuan, mengoreksi diri, dan memeriksa barang bawaan. berdoalah untuk keselamatan diri dan anggota keluarga yang akan ditinggalkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s