Hari Ibu


Tanggal 22 Desember kemarin hari ibu telah dirayakan di berbagai kota  adapun sejarah hari Ibu lahir dari kesadaran kaum perempuan Indonesia di masa lalu untuk bersatu dan berjuang dalam memajukan kaum perempuan untuk  mewujudkan kemerdekaan bangsa terbebas dari penjajah. Pengaruh Sumpah Pemuda 1928 mendorong prakarsa perempuan melalui Kongres

Perempuan Indonesian pertama melahirkan Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (P3I). wujud dari perayaan hari ibu diperingati di berbagai daerah dengan berbagai macam acara. Seperti di Amlapura Kabupaten Karang Asem dilaksanakan apel satu bendera di lapangan Tanah Aron Amlapura dengan pegelaran Tari Joged Kolosal dengan 1.000 penari joged.

Tari Joged Kolosal ditujukan untuk melestarikan budaya tari Bali serta membangun kebersamaan dan keharmonisan pasagan suami istri para penyelenggara negara yang menjadi seniman dan seniwati tari jogged. Di Solo, tepatnya di Sukoharjo puluhan pelajar memperingati Hari Ibu di Alun-alun Satya Negara Sukoharjo, mereka membawa poster bertuliskan cinta kasih kepada ibu dan melakukan sungkem bersama dengan para ibu mereka masing-masing.

Kegiatan ini diharanpkan dapat memotivasi untuk mengingat dan semakin mencintai ibu. Di Aceh, Kuta Alam, Banda Aceh diadakan lomba “Memasak untuk Ibu” diikuti oleh puluhan kepala desa kususnya kaum bapak, dalam lomba itu sang bapak harus memasak untuk dipersembahkan buat istri (Ibu), dalam acara tersebut diharapkan bapa-bapak lebih memahami bagaimana beban yang dipikul seorang ibu.

Ibu, seperti pada Lirik lagu Iwan Fals “Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintang untuk aku anakmu Ibuku sayang masih terus berjalan walau tapak kaki penuh darah penuh nanah seperti udara kasih yang engkau berikan” hehe.. J kasih sayang Ibu memang luar biasa..

ibu.. biasa bangun pagi untuk mempersiapkan makan pagi untuk anak-anaknya, memandikan disaat masih Balita, mempersiapkan keperluan sekolah di saat menginjak pendidikan taman kanak-kanak, menemani tidur dengan kasih sayang yang tulus serta do’a-do’a dan harapan yang mulia. Disaat sudah menginjak dewasa seringkali seorang anak melupakan kasih sayangnya.. semoga kita dapat selalu mengingat kasih sayang ibu dan memberikan yang terbaik buat ibu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s