Pemeriksaan Manajemen


Pengertian Pemeriksaan Manajemen

    Pemeriksaan Manajemen atau Audit Management sebagai suatu bidang atau konsep yang baru, mengandung pengertian, ruang lingkup dan tujuan yang belum mantap. Sampai sekarang tidak ada kesepakatan untuk membakukan istilah atau definisi pemeriksaan sebagai konsep. Pemeriksaan manajemen menurut Tunggal (2000:10) adalah “Pemeriksaan manajemen merupakan suatu penilaian dari organisasi manajerial dan efisiensi dari suatu perusahaan, departemen atau setiap entitas dan subentitas yang dapat diaudit. Penekanannya adalah untuk mencapai efisiensi yang lebih besar, efektivitas den eknomisasi dalam usaha dan organisasi yang lain.”

Supriyono (1997:11) mendifinisikan pemeriksaan manajemen sebagai “Suatu proses pemeriksaan secara sistematik yang dilaksanakan oleh pemeriksa independent untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara obyektif atas prosedur dan kegiatan-kegiatan manajemen”. Siagian (1997:15) menyatakan bahwa “Pemeriksaan manajemen digunakan meneliti dan menilai kinerja perusahaan disoroti dari sudut pandang meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan ekonomisasi, baik dalam arti perusahaan sebagai keseluruhan maupun dalam arti sebagai komponen”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan manajemen merupakan suatu proses sistematik terhadap kegiatan operasi, termasuk kebijakan dan prosedur yang telah ditentukan oleh perusahaan untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara obyektif serta untuk mengetahui apakah operasi tersebut sudah dilaksanakan secara efisien, efektif dan ekonomis.

Jika kita telah melihat pembahasan dan kesimpulan diatas serta mengetahui apa itu Analisis SWOT, bagaimana kalau pemeriksaan manajemen dengan menggunakan Analisis SWOT dilakukan? Berikut ilustrasi kerangka konseptual dan penjelasannya yang saya buat:

gambar: Analisis swot dan proses manajemen audit

Penjelasan Kerangka Konseptual:

  1. Pada tahap-tahap awal pemeriksaan manajemen dengan menggunakan analisis SWOT haruslah mengetahui kondisi dengan analisa internal dan eksternal untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
  2. Pada yahap kedua adalah mengetahui hasil analisis dan kondisi internal dan eksternaldalam bentuk SWOT (Strenght, Weakness, Opportunities, and Treaths) yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
  3. Pada tahap ketiga adalah proses manajemen audit yaitu, menganalisa kelemahan-kelemahan untuk mengidentifikasi efisiensi dan efektivitas dalam usaha meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
  4. Mengetahui efisiensi dan efektivitas dari hasil proses manajemen audit
  5. Pada tahap akhir adalah memberi rekomendasi pemeriksaan Rekomendasi hasil pemeriksaan merupakan rekomendasi hasil temuan pemeriksaan manajemen dengan menggunakan analisis SWOT yang meliputi analisis internal dan eksternal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s